Gubernur Sumut Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Tugu Letda Sudjono Bandar Betsy

503

Simalungun, Lensawarga.com – Hari Kesaktian Pancasila yang selalu diperingati pada tanggal 1 Oktober merupakan hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia dan juga menjadi tonggak sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) tahun 1965 menorehkan tinta hitam bagi sejarah bangsa Indonesia, pembantaian para Jenderal yang dilakukan PKI masa itu, masih sangat membekas di hati seluruh rakyat Indonesia hingga kini.

Baca Juga : Danmenarmed 1/PY/2-Kostrad Melaksanakan Kenaikan Pangkat di Divisi 2 Kostrad

Setiap tahun peringatan 1 Oktober dilaksanakan di Tugu Letda Sudjono, Bandar Betsy Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, untuk mengenang perjuangan Letda Sudjono sebagai Pahlawan Revolusi mempertahankan keutuhan NKRI, dari rong-rongan PKI pada masa itu.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Ramayadi, didampingi Bupati Simalungun JR Saragih hadir bersama Jajaran Pemkab Simalungun, Anggota DPRD Simalungun, Kodam 022 Pantai Timur, DanRamil, Kapolres Simalungun AKBP Hibertus Ompusungguh SIK dan beberapa staf Angkatan TNI, Polri, ASN, Ormas, OKP, Pelajar, SMP, SMA, sejumlah tokoh masyarakat, diikuti warga sekitar, tumpah ruah di Lapangan Tugu Sudjono, Bandar Betsy, Selasa (1/10/2019)

Loading...

Usai upacara, Gubernur Sumut meletakkan papan bunga di depan Tugu Pahlawan Letda Sudjono, sebagai simbol penghormatan atas perjuangannya.

Dalam jumpa Pers, Edy menekankan akan pentingnya menjaga nilai-nilai pancasila. Menurutnya kebiadaban PKI membantai para Jenderal dan sipil menjadi sejarah kelam bangsa ini.

“Paham Komunis tak boleh lahir di negeri ini, peristiwa itu tak boleh terulang. Kita kuatkan nilai persatuan, solidaritas anak bangsa dengan menjaga kerukunan, bahwa kebhinekaan itu adalah anugrah yang harus kita jaga dari waktu ke waktu hingga ke anak cucu,” kata Edy.

Edy juga meminta agar menjadikan sejarah kelam itu sebuah pelajaran bahwa kebiadaban PKI dengan membantai rakyat yang tak berdosa, memecah belah persatuan dengan isu dan paham komunis hingga mengakibatkan pertumpahan darah anak bangsa.

“Hal ini tak bisa kita maafkan, untuk itu, generasi bangsa berikutnya harus menjadi generasi yang bermartabat, generasi yang punya nilai etika terpuji, memahami makna kebhinekaan, berpedoman pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Edy.

Baca Juga : TPL Bantu Warga Parlilitan Lewat Kelompok Tani Hutan

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, seremonial dari beberapa sanggar seni dipertunjukan untuk menceritakan peristiwa gugurnya Letda Sudjono yang dibunuh secara sadis oleh kaum Komunis masa itu.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :