Gempa Situbondo, Data Sementara Ada 288 Rumah Rusak - Lensa Warga
News

Gempa Situbondo, Data Sementara Ada 288 Rumah Rusak

Situbondo, Lensawarga.com – Getaran gempa bermagnitudo 6,4 di timur laut Situbondo cukup terasa, Kamis (11/10/2018) dini hari. Gempa terasa sekitar 20 detik. Warga yang merasakan guncangan kemudian keluar rumah. Namun tak lama setelah itu, warga kembali masuk ke rumah masing-masing. Suasana dini hari di kawasan permukiman kembali sepi.

Gempa Situbondo (Foto: Istimewa)

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat di 61 km sebelah timur laut Situbondo, Jawa Timur. Titik koordinat pusat gempa yakni 7,42 Lintang Selatan dan 114,47 Bujur Timur.

Gempa Situbondo berada pada kedalaman 10 km. Gempa terjadi pukul 01.44.57 WIB. Gempa ini tak berpotensi tsunami.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo Priyono mengatakan, Hampir seluruh warga di Situbondo merasakan getaran gempa tersebut.

“Getaran gempa dirasakan di seluruh wilayah di Situbondo,” kata Puriyono.

Baca Juga : Presiden Jokowi Ajak Dunia Ciptakan Regulasi yang Pas untuk Fintech

Terjadinya gempa membuat warga Situbondo cukup panik. Khawatir terjadi rumah ambruk, sebagian besar warga berhamburan lari keluar rumah. Mereka lari ke tempat-tempat terbuka atau lapangan. Sebagian tampak kebingungan, karena baru terbangun dari tidur saat gempa.

Gempa Situbondo dengan Magnitudo 6.0 merusak dan merobohkan ratusan rumah. Rumah yang terdampak berada di Sumenep, Probolinggo, Situbondo, dan Jember.

“Anak saya baru saja tidur. Karena ada gempa, terpaksa saya bangunkan lagi. Sampai kaki istri saya tadi kena injak,” kata M Faruq, seorang warga di Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo.

Dilansir detikcom menyebutkan, hingga hampir satu jam gempa terjadi sekitar pukul 01.44 WIB, sebagian warga memilih bertahan di luar rumah. Mereka enggan masuk dan melanjutkan istirahatnya dalam rumah, karena khawatir terjadi gempa susulan dengan skala lebih dahsyat.

“Istri saya masih takut dibawa masuk ke dalam rumah. Takut ada gempa susulan. Mungkin dia trauma saat gempa di rumah asalnya, di Lombok,” tandas Habib Adnan, warga Situbondo.

Data dari BPBD Jatim mencatat ada 288 rumah warga yang rusak di empat kabupaten tersebut. Dari empat kabupaten itu, rumah yang paling banyak mengalami kerusakan berada di Sumenep dengan total 280 rumah rusak. Sedangkan di Probolinggo tercatat ada 2 rumah rusak, Jember ada 3 rumah rusak, dan Situbondo ada 3 rumah rusak.

Untuk Sumenep, rumah yang rusak paling banyak berada di Kecamatan Gayam dengan jumlah 240 rusak, Nonggunong 36 rumah rusak, Bluto 2 rumah rusak, dan Lenteng 2 rumah rusak,

“Data ini masih sementara,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Jatim Satrio dalam pesan yang diterima detikcom, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga : Datangi Polda Metro Jaya, Farhat Tanya Perkembangan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Selain rumah rusak, gempa Situbondo juga merusak bangunan lain. Tercatat ada 1 masjid, 1 toko, 1 poliklinik desa, 1 puskesmas pembantu, 2 sekolah, dan 1 musholla yang mengalami kerusakan.

Untuk korban manusia, gempa yang terjadi pada dini hari tersebut menewaskan 3 orang, 17 luka ringan, 3 luka sedang, dan 4 luka berat.

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar