FOKUS Sampaikan Evaluasi Atas Kinerja Rektor USI

Siantar,  Lensawarga.com – Sebagai wujud kepedulian dan kecintaan kepada almamater, sejumlah Alumni Universitas Simalungun lintas stambuk, yang menggabungkan diri dalam satu wadah bernama Forum Komunikasi Alumni Universitas Simalungun (FOKUS), menyampaikan evaluasi atas kinerja Rektor Universitas Simalungun Periode 2014-2018, Prof.Dr.Marihot Manullang, MM, selama masa kepemimpinannya.

Roma Mediaman Purba Ketua Forum Komunikasi Alumni Universitas Simalungun (FOKUS)

Evaluasi dimaksud disampaikan secara tertulis lewat surat bernomor: 003/FOKUS/A/PS/VIII/2018, tertanggal 23 Agustus 2018, ditujukan kepada jajaran pembina dan senat Universitas Simalungun (USI).

Baca Juga : Sempat Dikabarkan Hilang, Debora Novalia Purba Berhasil Ditemukan

Loading...

Ketua FOKUS Roma Mediaman Purba melalui pers releasenya menjelaskan, evaluasi ini merupakan penilaian atas kinerja rektor USI selama memimpin Universitas Simalungun untuk satu periode.

Hal tersebut menurutnya adalah wujud rasa tanggung jawab moral sebagai alumni untuk memberi pandangan atas kinerja rektor USI, yang masa baktinya untuk periode ini akan berakhir bulan Desember mendatang.

FOKUS dalam evaluasinya menyoroti empat hal yang berkaitan dengan kinerja rektor USI, yang terdiri dari : bidang akademik, fasilitas, alokasi anggaran dan kerjasama. Dalam bidang akademik FOKUS menilai tidak ada peningkatan prestasi yang signifikan selama masa kepemimpinan Marihot Manullang.

Beberapa poin yang menjadi dasar penilaian terhadap bidang akademik itu antara lain : tidak adanya mahasiswa USI yang meraih prestasi dalam kegiatan ilmiah, tenaga pengajar dinilai masih belum maksimal melaksanakan tugas, masih adanya dugaan praktek jual beli nilai dan skripsi untuk mahasiswa yang mau tamat.

Selanjutnya dalam hal fasilitas, dalam penilaian FOKUS tidak ada perbaikan dalam hal fasilitas, untuk menunjang peningkatan prestasi akademik.

Kondisi ini dinilai sebagai akibat dari koordinasi yang kurang maksimal antara rektor USI selaku pimpinan universitas dengan pengurus Yayasan USI, dalam hal pengelolaan anggaran.

Dalam hal pengalokasian anggaran terhadap 5 (lima) fakultas di Universitas Simalungun, rektor bekerjasama dengan pengurus yayasan diduga kuat berlaku diskriminatif. Dimana terindikasi kuat ada praktek diskriminasi dalam hal penyaluran anggaran terhadap masing- masing fakultas, sehingga pelayanan tidak merata.

Hal berikutnya yang menjadi bagian yang disoroti oleh FOKUS yakni masalah kerjasama USI dengan pihak di luar Universitas.

Pada periode kepemimpinan Prof. Dr. Marihot Manullang, kerjasama yang dibangun dengan sejumlah instansi terkesan tidak berpengaruh terhadap peningkatan prestasi Universitas Simalungun.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Marihot Manullang, MM, kerjasama Universitas Simalungun dengan Pengadilan Negeri Pematangsiantar dan Pengadilan Negeri Simalungun dalam hal pelayanan bantuan hukum melalui Biro Bantuan Hukum (BBH) Universitas Simalungun juga terputus.

Hal ini menurut penilaian FOKUS adalah sebuah kondisi yang semestinya tidak terjadi.

Di akhir suratnya, FOKUS meminta supaya jajaran pembina dan senat Universitas Simalungun, dapat menjadikan evaluasi dimaksud sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pemilihan rektor USI periode 2018-2022, yang tahapannya saat ini sedang berjalan.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :