FOKUS: Manfaatkan Lahan USI Menciptakan “Paru-Paru” Kota

Siantar, Lensawarga.com – Di tengah persoalan lingkungan hidup yang semakin hari semakin meningkat, Yayasan Universitas Simalungun diharapkan turut menyumbangkan solusi. Salah satu potensi yang bisa disumbangkan yakni memanfaatkan sebagian lahan yayasan, untuk dijadikan hutan kota.

Forum Komunikasi Alumni Universitas Simalungun (FOKUS)

Lahan dimaksud yaitu area yang saat ini ditanami pohon sawit, dikonversi menjadi pohon-pohonan yang lebih bermanfaat untuk menghasilkan oksigen seperti pohon jenis hutan dan pohon jenis buah-buahan. Harapan itu dilontarkan Forum Komunikasi Alumni Universitas Simalungun (FOKUS), yang merupakan salah satu wadah alumni di yayasan dimaksud.

Baca Juga : Residivis Diringkus Pegasus Polsek Patumbak

Loading...

Ketua FOKUS Roma Mediaman Purba mengatakan, sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dalam bentuk pendidikan, Yayasan USI diharapkan bukan hanya berkontribusi dalam menghasilkan lulusan-lulusan akademis. Namun di tengah persoalan lingkungan hidup yang sudah menjadi salah satu persoalan di tingkat internasional saat ini, Yayasan USI diharapkan mampu berkontribusi memberi solusi.

Roma berpendapat, ada dua potensi yang saling berkaitan yang terdapat di Yayasan USI, dengan wacana yang dilontarkan oleh FOKUS ini. Pertama, Yayasan USI memiliki luas lahan kurang lebih 30 hektare. Dari luas itu, sekitar 40 persen digunakan sebagai area bangunan fasilitas, sementara sisanya saat ini digunakan sebagai lahan untuk tanaman Sawit.

Ia berpendapat, pemanfaatan sekitar 60 persen lahan Yayasan USI untuk tanaman Sawit adalah kurang efektif, baik untuk kepentingan secara internal maupun eksternal. Sehingga menurutnya, tanaman Sawit tersebut sudah layak dikonversi.

“Dari sisi ekonomisnya, keberadaan tanaman Sawit itu kami nilai kurang memberi manfaat kepada Yayasan USI. Sawit itu sudah tua, hasilnya tidak maksimal lagi. Sejauh pengamatan kami, perawatannya juga kurang maksimal. Kemudian dari sisi lingkungannya, tanaman Sawit di lingkungan Yayasan USI kurang memberi keindahan dari segi pandangan mata, maupun kesejukan untuk kepentingan pernafasan, atas dasar itulah kami mencoba melontarkan wacana ini,” ujar Roma, ditemui di kantor FOKUS, Rabu (05/09/2018) siang.

Baca Juga : Mantan Sekda Deli Serdang Meninggal Karena Sakit Dalam Tahanan

Selanjutnya potentsi yang berkaitan untuk ini menurutnya yaitu, adanya Program Studi Kehutanan di Fakultas Pertanian Universitas Simalungun. Keberadaan program studi dimaksud, bisa diberdayakan untuk melakukan pengelolaan terhadap lahan yayasan, dalam melakukan konversi terhadap tanaman Sawit yang ada saat ini.

“USI memiliki program studi kehutanan. Inilah yang kita harapkan bisa melakukan pengelolaan untuk ini. Mengonversi Sawit menjadi pohon-pohonan yang lebih bermanfaat. Jadikan lahan itu menjadi hutan kota. Bisa juga nantinya dibuat bernilai ekonomis, seperti menggunakan sebagian lahan untuk tanaman buah-buahan. Ini kami nilai lebih bermanfaat daripada tanaman Sawit yang ada saat ini,” lanjutnya.

Baca Juga : Peneliti ICW: Roy Suryo Berpotensi Langgar UU Tipikor

Wacana yang dibangun pihak FOKUS ini lanjut Roma, tidaklah hal yang sulit untuk diwujudkan jika pihak pengurus Yayasan USI bersedia. Dengan dua potensi dasar yang dimiliki Yayasan USI tersebut menurutnya, wacana ini pasti bisa tercapai.

“Asal pihak yayasan bersedia, lalu semua potensi yang ada diberdayakan, wacana ini pasti bisa terwujud, USI bisa jadi salah satu area penyumbang oksigen di Kota Pematangsiantar, yang tentunya sangat berguna untuk kelangsungan hidup masyarakat,” pungkas alumni Fakultas Pertanian USI, Program Studi Kehutanan tersebut.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :