Dua Periode Jabat Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan Kini Ditahan KPK

Jakarta, Lensawarga.com – Setelah menjadi tahanan KPK, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan langsung dinonaktifkan dari keanggotaan di DPR oleh PAN. Padahal Taufik sudah menjabat selama dua periode dan duduk di kursi pimpinan DPR. Hal tersebut diungkapkan Sekjen PAN Eddy Soeparno saat dimintai konfirmasi, Jumat (02/11/2018).

Taufik Kurniawan Pakai Rompi Oranye

“Akan proses pergantian pimpinan DPR dan PAW Taufik Kurniawan di DPR RI,” ujar Eddy.

Baca Juga : Istri Setya Novanto, Si Cantik Deisti Akui Kembalikan Rp 5 M ke KPK Ganti Duit Munaslub Golkar

Dilansir detik.com, Nama Taufik Kurniawan sejak mulai menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk periode 2010-2015 memang cukup dikenal. Taufik menjabat sebagai Sekjen PAN sejak Januari 2010.

“Kami bersepakat dengan Pak Amien (Rais) bahwa Sekjen PAN adalah Pak Ir Taufik Kurniawan dan Wakil Ketua Umum adalah Dr Dradjad Wibowo yang akan membantu bersama-sama,” kata Waketum PAN Dradjad Wibowo membacakan dua posisi kunci PAN dalam penutupan Kongres III PAN di Harbour Bay, Batam pada Sabtu (09/01/2010) silam.

Loading...

Tak lama setelah menjadi Sekjen PAN, di tahun yang sama dirinya menggantikan Marwoto yang meninggal dunia sebagai Wakil Ketua DPR RI. Pergantian itu dilakukan pada Maret 2010. Taufik menempati posisi Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra).

Taufik lalu kembali maju menjadi caleg pada Pemilu 2014 lewat Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Dia pun akan bertarung di Dapil yang sama untuk Pemilu 2019.

Setelah terpilih di tahun 2014, Taufik pun kembali mendapat posisi Wakil Ketua DPR. Saat itu pemilihan pimpinan DPR menggunakan sistem paket, nama Taufik masuk untuk mewakili PAN.

Pada periode keduanya sebagai Wakil Ketua DPR, Taufik menduduki Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku). Salah satu tugasnya berkaitan dengan anggaran.

Taufik mulanya dicekal ke luar negeri oleh KPK. Setelah itu KPK mengumumkan status Taufik sebagai tersangka pada Selasa (30/10/2018).

Dia sempat absen 2 kali dari pemanggilan KPK, pertama pada 25 Oktober 2018 dan kedua pada 1 November 2018. Hari ini (02/11/2018) dirinya memenuhi panggilan KPK, dan saat keluar gedung pada pukul 18.19 WIB, Taufik sudah memakai rompi oranye.

“Tersangka TK ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK C-1,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

KPK menjerat Taufik sebagai tersangka yang diduga menerima duit dari Yahya Fuad sebesar Rp 3,65 miliar. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016. Sprindik Taufik sendiri sudah terbit pada 18 Oktober 2018.

“Setelah pelantikan (sebagai Bupati Kebumen), MYF (Muhamad Yahya Fuad) diduga melakukan pendekatan kepada sejumlah pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan),” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2018) lalu.

Baca Juga : 22 Anggota DPRD Malang Diperiksa KPK di Jakarta

Basaria menyebut Taufik diduga dianggap mewakili dapil Jawa Tengah. Saat itu rencana alokasi DAK sekitar Rp 100 miliar.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :