Dituding Sesat, Mahasiswa GMKI Medan Demo Gereja IRC

Medan, Lensawarga.com – Belasan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan melakukan aksi unjuk rasa di Gereja Indonesia Revival Chruch (IRC) di Jalan Setiabudi Gang Rahmad, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (07/09/2018).

Mahasiswa GMKI Medan Demo Gereja IRC

Sekertaris GMKI Medan, Daniel Sinaga mengatakan, aksi ini mereka lakukan, karena selain gereja IRC dianggap mengajarkan dogma-dogma menyesatkan, oknum pendetanya juga telah menjadikan gereja tersebut sebagai ajang bisnis.

“Padahal Gereja pada dasarnya berfungsi sebagai tempat persekutuan dan pengajaran injil. Tapi hari ini gereja (IRC) kehilangan fungsi dan tujuannya, karena telah dijadikan ajang bisnis dan memperkaya diri sebesar-besarnya,” ungkapnya kepada wartawan.

Loading...

Baca Juga : Tim Jumat Barokah Polrestabes Medan Sambangi 2 Ibu Penderita Kanker

Malah yang lebih miris lagi, kata Daniel, Pdt. Asaf Tunggul Marpaung juga menganggap dirinya sebagai Tuhan dan memaksa jemaat untuk mempercayai dogma tersebut. Hal ini dilakukan Pdt. Asaf untuk memperoleh kekayaan dari praktek-praktek yang diajarkan.

“Contohnya adalah 10% dari harta jemaat adalah milik Pdt. Asaf. Setiap jemaat wajib melaporkan pemasukan dan pengeluaran keuangan secara jujur. Namun jemaat tidak bisa melawan, karena mereka diajarkan untuk patuh dan taat kepada Pdt. Asaf. Setiap keinginannya harus dipenuhi, kalau tidak jemaat akan diancam mati,” paparnya.

Untuk itu, tegas Daniel, pihaknya menuntut agar pelaku penipuan berkedok agama ini diusut tuntas dan diadili, serta meminta untuk mengembalikan Gereja kepada fungsi dan tujuannya.

“Ini merupakan aksi ketiga yang kami lakukan. Kami minta kepolisian untuk pendeta Asaf,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Sinode Gereja IRC, Josua Manalu menanggapi dingin aksi damai yang dilakukan mahasiswa GMKI tersebut. Dia beranggapan, tudingan mahasiswa tersebut tidak beralasan dan tak memahami undang-undang.

“Secara parameter, siapa yang bisa bilang gereja A salah gereja B salah? Karena ajarannya beda. Keyakinan itu pertanggungjawabannya vertikal bukan horizontal. Apapun yang mereka katakan, apapun yang mereka umbarkan itu tidak akan mengurangi keimanan saya. Karena keimanan saya buka sama mereka, tapi sama Tuhan,” katanya.

Baca Juga : Dugaan Ajaran Sesat, Puluhan Jemaat Gereja IRC Desak Pendeta Asaf Tunggul Bertobat

Menurutnya, secara administrasi gereja IRC mempunyai izin, dan mengadopsi pada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) milik agama Kristen. “Secara administratif semua orang berhak. Kalau dalam pasal 29, semua warga negara diwajibkan tidak beragama, tapi semua berhak artinya negara menjamin. Tapi hari ini apa, banyak orang yang tidak mengerti undang-undang. Hak seseorang itu ingin dipaksa, ke-Kristenan tidak dipaksa dan Yesus tidak pernah memaksa,” jelasnya.

Spanduk Bertuliskan ‘GEREJA BUKAN AJANG BISNIS dan HENTIKAN “DOGMA” yang MENYESATKAN’ Dipasang oleh Mahasiswa GMKI Medan di Depan Pagar Gereja IRC Saat Menggelar Demo

Dia pun mempertanyakan, demo mahasiswa tersebut, tidak mewakili dari gereja dan sekte apapun. Namun, dia beranggapan, bahwa aksi tersebut hanya mengusik keyakinan seseorang.

“Mereka mewakili agama apa? Mereka mewakili sekte mana? Mereka mewakili gereja mana? Kalau mereka mewakili warga negara, mereka tidak akan mengusik sesama orang yang mempunyai keyakinan,” tandasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :