Diduga Covid-19, Ternyata Ada Faktor Lain Yang Sebabkan Pasien Itu Meninggal Saat Akan Melahirkan

731

Simalungun, Lensawarga.com – Pihak Rumah Sakit Balimbingan memberikan keterangan resmi terkait pasien berinisial UR (23) warga Nagori Marubun Bayu, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun yang meninggal saat akan melahirkan.

Kepala Rumah Sakit Balimbingan dr. Arictha (Kiri) Bersama Awak Media Usai Menggelar Konferensi Pers

Dari hasil wawancara media lensawarga.com bersama Pimpinan Rumah Sakit (RS) Balimbingan yakni dr. Arictha dan dr. Sony yang menangani UR, terungkap bahwa ada faktor lain yang menyebabkan pasien tersebut meninggal dunia.

Baca Juga: Lahan Hutan di Nagori Bosar Nauli Diduga Dikelola Tanpa Izin

Berdasarkan keterangan dr. Sony, diketahui pasien UR datang bersama ibunya yang didampingi Bindes pada Jumat (9/10/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Setibanya Pasien di RS Balimbingan, kami langsung memeriksa pasien tentu sesuai dengan SOP Covid-19, bahwa setiap pasien harus di rapid test sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan,” kata dr. Sony.

Loading...

dr. Sony menambahkan, kondisi pasien sudah dalam keadaan lemah juga mengalami sesak nafas dan sakit pada dadanya saat tiba di Rumah Sakit.

“Selanjutnya kami melakukan rapid test, dari hasil rapid test tersebut, pasien mengalami reaktif dan untuk memastikan apakah pasien ini terkena Covid, tentu harus dibuktikan dengan hasil swab test,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, selanjutnya pihak Rumah Sakit melakukan koordinasi dengan pihak Desa, Kecamatan, Dinkes, Babinsa terkait hal yang terjadi dengan pasien UR agar diberikan penangganan yang lebih maksimal.

“Kami sudah berupaya menghubungi Rumah Sakit lain di Kota Siantar dan Kota Medan agar pasien mendapat tempat rujukan, namun upaya kami melakukan koordinasi dengan rumah sakit lain gagal,” terang dr. Sony.

Bahkan Camat Tanah Jawa, kata Sony, juga telah melakukan kontak dengan Tim Gugus Kabupaten agar pasien UR segera di swab test.

“Karena kami menilai permasalahan pasien tak hanya pada kandungannya saja, ada penyakit lain yang menyebabkan pasien meninggal,” imbuhnya.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Rumah Sakit Balimbingan dr. Arictha, yang mengaku bahwa pihaknya tak pernah menelantarkan pasien dan upaya yang dilakukan sudah sesuai prosedur.

“Hanya saja saat ini masih masa Covid 19, semua penanganan harus mengikuti prosedur Covid, Kami mengklarifikasi anggapan masyarakat bahwa kami menelantarkan pasien, saya jelaskan itu sama sekali tidak benar,” ujar dr. Arictha.

Terkait kejadian yang menimpa pasien berinisial UR, dr. Arictha mengatakan bahwa pihak Rumah Sakit sudah melakukan segala upaya dengan maksimal dan tindakan yang terbaik.

“Kami bersama Bindes, Pihak Muspika Kecamatan, Babinsa dan Pangulu Nagori sudah mengoptimalkan penanganan terhadap pasien tersebut, pihak keluarga pasien juga sudah menandatangani berita acara dan prosedur yang berlaku,” pungkas Kepala RS Balimbingan.

Sementara Camat Tanah Jawa, Farolan Sidauruk dan Pangulu Marubun Bayu Heri Manik yang saat itu juga berada di lokasi, membenarkan terkait informasi yang dijelaskan oleh pihak Rumah Sakit Balimbingan.

Menurut Pangulu Marubun Bayu Heri Manik, bahwa pernyataan yang disampaikan oleh pihak RS Balimbingan sudah sesuai dengan kondisi dan situasi terjadi pada saat itu.

“Kami sudah melakukan lobi-lobi ke RS di Siantar namun tak satupun Rumah Sakit di Siantar yang mau menampung Pasien dengan berbagai alasan sebelum akhirnya meninggal,” kata Heri Manik.

Bahkan Rumah Sakit di Medan, kata Heri, juga sudah dihubungi untuk dilakukan rujukan, namun hasilnya sama saja seperti Rumah Sakit di Siantar.

“Kami berharap pihak keluarga yang ditinggalkan menerima kenyataan, tetap berdoa dan bersabar atas kejadian yang menimpa pasien, Almarhum UR,” ujar Pangulu Marubun Bayu.

Terpisah, pihak Keluarga pasien mengaku, sangat menyesalkan atas kejadian yang menimpa anaknya. Saat dikonfirmasi, Ibu pasien UR hanya bisa pasrah menerima kejadian yang menimpa anaknya.

Baca Juga: 135 KPM Nagori Tangga Batu Terima BLT Dana Desa Tahap IV

“Saya hanya berharap kejadian seperti ini tak terulang kembali kepada keluarga yang lain,” tutur Ibu Almarhum.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :