Dianggap Hina Prabowo, TAIB Laporkan Erick Thohir ke Bareskrim Polri - Lensa Warga
News

Dianggap Hina Prabowo, TAIB Laporkan Erick Thohir ke Bareskrim Polri

Jakarta, Lensawarga.com – Sejumlah orang yang tergabung dalam Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) melaporkan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir ke Bareskrim Polri, Kamis (31/1/2019). Laporan TAIB diterima dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/0137/I/2019/BARESKRIM.

Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) Laporkan Erick Thohir ke Bareskrim Polri

TAIB menuding Erick telah menghina Calon Presiden dan Wapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga : Atas Lobi Erick Thohir, Yusril Setuju Jadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf

Koordinator TAIB, Djamaluddin Koedoeboen dalam keterangan persnya mengungkapkan, Erick dilaporkan atas pernyataan yang dinilai provokatif dan terkesan memfitnah di beberapa media nasional.

Adapun pernyataan Erick yang dipersoalkan adalah: “Kita harus bicara dengan data. Ini yang saya sayangkan, kalau dari paslon (pasangan calon) 02 yang diangkat selalu kebohongan.”

“Pernyataan Erick tersebut tentu saja harus dikoreksi dan harus diminta pertanggungjawaban, karena sangat tidak benar dan merupakan fitnah jika menyatakan bahwa Paslon 02 Prabowo-Sandi, yang diangkat selalu kebohongan,” kata Djamaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Lensawarga.com, Kamis (31/1/2019) malam.

“Apalagi jika mencontohkannya dengan kasus Ratna Sarumpaet yang nyatanya Ratna sendiri sudah mengakui dirinya berbohong. Juga soal hoaks kertas suara sudah tercoblos, karena nyatanya si pelaku tidak dikenal dan tidak terdaftar sebagai relawan Paslon 02. Begitu pula dengan kunjungan sejumlah Duta Besar Negara-negara Uni Eropa menemui Paslon 02, di mana Paslon nomor 2 tidak pernah menyatakan bahwa para Duta Besar Uni Eropa tersebut menyampaikan dukungannya,” ungkap Djamaluddin.

TAIB juga meminta Erick agar instropeksi diri, aebab menurut Djamaluddin, nyataannya pihak petahana sendiri, banyak belum merealisasikan janji-janjinya.

“Buyback Indosat, tidak akan impor beras, garam, gula dan lainnya, menyatakan mobil Esemka akan diproduksi massal pada Oktober 2018, bantuan sebesar Rp 50 juta untuk penggantian setiap rumah korban gempa NTB, membebaskan Ustadz Abu Bakar Baasyir karena kemanusiaan dan lainnya,” jelas Djamaluddin memaparkan janji-janji petahana yang belum ditunaikan.

Djamaluddin menilai tuduhan Erick patut diduga merupakan tindakan ujaran kebencian.

“Adapun pernyataan Erick Thohir yang telah menuduh dan atau memfitnah Paslon 02 tersebut, tentu saja tidak dapat dibenarkan, karena telah menimbulkan perdebatan, keresahan, maupun kerusuhan di antara pendukung masing-masing Capres Pemilu 2019,” kata Djamaluddin.

“Dan patut diduga merupakan tindakan ujaran kebencian, serta menyampaikan berita bohong untuk menghasut dan memprovokasi masyarakat ataupun golongan masyarakat, sebagaimana dimaksud pada Pasal 156 Juncto Pasal 157 KUHP, serta Pasal 14 Juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan KUHP,” sambungnya.

Baca Juga : Buni Yani Cari Fatwa Jelang Tenggat Masuk Penjara

TAIB berharap Erick Thohir segera diperiksa dan apabila terbukti bersalah diberikan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar