Dansektor 21 Sidak Ke PT Yasako dan PT Famatex

39

Bandung, Lensawarga.com – Menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan temuan satgas citarum, Dansektor 21 kembali melakukan sidak pengecoran ke 2 tempat yaitu, pabrik PT Yasako di Jalan Muhammad Toha No. 392 dan PT Famatex di Jalan Dayeuh Kolot No. 48 Bandung, Sabtu (18/08/2018).

Dansektor 21 Kol. Inf Yusep Sudrajat Bersama Rombongan Saat Melakukan Sidak Ke PT Famatex, Sabtu (18/08/2018)

Dansektor 21 bersama anggotanya dari satgas citarum harum, dengan bersamaan para wartawan dari berbagai media juga dihadiri dari LSM PMPRI dan juga beberapa orang Mahasiswa UNLA (Univeristas Langlang Buana) yang ikut dalam kegiatan mendukung citarum harum.

Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat melakukan sidak pertama bersama rombongannya ke pabrik didampingi Imawan Saputra selaku Direktur PT Yasako untuk mengecek ke lokasi tempat pembuangan limbah.

Kol. Inf. Yusep Sudrajat menambahkan bahwa pengolahan yang dilakukan oleh PT Yasako tidak boleh keluar ke badan sungai, dikarenakan pengolahan tersebut hanya sebatas pretreatment bukan pengolahan limbah maksimal. Pretreatment tersebut hanya layak untuk disalurkan ke perusahaan  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.

Direktur PT Yasako akhirnya menandatangani surat perjanjian bersama Dansektor 21 kolonel agar tetap berkomitmen untuk tidak membuang limbah ke saluran sungai.

Loading...

Baca Juga : Kejaksaan Berperan Penting Dalam Mengawal Pembangunan

Selanjutnya Dansektor 21 melanjutkan sidak ke PT Famatex di Jalan Muhamad Toha, bersama jajarannya langsung melakukan pengecekan ke tempat pembuangan limbah, dari hasil temuan ada pipa saluran penghubung antara penampungan limbah inlet ke penampungan limbah lanjutan.

Saluran ini bocor dikarenakan pipa paralon sudah usang dan getas, ditambah pipa tersebut tidak mampu menahan beban panas yang menerpa pipa paralon dalam waktu yang lama.

Pihak pabrik mengambil keputusan bahwa pipa lama bukan akan diperbaiki melainkan akan diganti dan akan di disposisikan, yang tadinya pipa tersebut ditanam sekarang pipa tersebut akan dinaikkan diatas tanah melalui topangan dinding atau penyangga besi. Disamping itu untuk memudahkan maintenance serta memudahkan untuk inspeksi.

Di lain sesi pertemuan didalam audiensi perwakilan dari DPP LSM PMPR Indonesia Arief Nurcahyo menambahkan, “Bila saluran tersebut diubah posisi maka Blueprint IPAL pun harus diubah karena berkaitan dengan salah satu syarat perizinan, yaitu blueprint instalasi pengolahan air limbah,” ujarnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :