Buron 6 Tahun, Kejatisu Tangkap Mantan Pj Bupati Serdang Bedagai di Bogor

46

Medan, Lensawarga.com – Tim Intelijen Kejati Sumatra Utara (Kejatisu) berhasil menangkap Chairullah Mantan Pj Bupati Serdang Bedagai sekaligus Mantan Sekda Deli Serdang ditempat persembunyiannya.

Mantan Pejabat Bupati Serdang Bedagai (Duduk di Kursi Roda) Saat Tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sabtu (25/08/2018)

Chairullah merupakan terpidana dalam kasus korupsi proyek bantuan Pembinaan Keamanan Ketertiban Pemilu Tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan, Kabupaten Deli Serdang tahun 2004 yang merugikan negara sebesar Rp. 2.145.000.000,-.

Penangkapan terhadap Chairullah merupakan DPO ke-21, yang tertangkap dalam operasi intelijen dibawah kepemimpinan Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak.

Chairullah ditetapkan sebagai buronan Kejari Deli Serdang semenjak 2012 lalu, karena beberapa kali mangkir dari panggilan kejaksaan untuk melaksanakan eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009 Tanggal 21 Agustus 2010, yang menghukumnya selama 2 (dua) tahun, denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsider 6 (enam) bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp. 2.094.000.000,- (dua milyar sembilan puluh empat juta rupiah) Subsidair 1 (satu) tahun penjara.

Baca Juga : Tim Gagak Polres Pelabuhan Belawan Ciduk Arion dan Junaidi

Loading...

“Benar bahwa pada Sabtu (25/08/2018) dinihari tadi, Tim Intelijen Kejatisu dipimpin Asintel Leo Simanjuntak melakukan operasi penangkapan terhadap Chairullah, yang sudah buron selama enam tahun. Ia ditangkap di kawasan Perumahan Griya Kalisuren Blok A2 No. 14 Desa Kalisuren, Kecamatan Tajur Halang Bogor, tempat terpidana bermukim,” ucap Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Didampingi, Kasi Intel Kejari Deliserdang, M Iqbal dan Kasi Pidsus Kejari Deliserdang, Fajar Lubis, Sumanggar menegaskan penangkapan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang memberitahukan keberadaan terpidana.

“Mendapat informasi tersebut Tim Intel Kejatisu melakukan pengamatan selama dua bulan dan akhirnya melakukan penangkapan terhadap terpidana. Ketika dilakukan penangkapan mantan Skuad PSMS ini tidak melakukan perlawanan, sangat kooperatif bahkan terpidana mengungkapkan rasa penyesalan atas perbuatannya yang tidak memenuhi putusan hukum kepada dirinya,” ujar Sumanggar.

Baca Juga : Daus Antek Ibrahim Kurir Pengantar Sabu Diupah Rp 80 Juta Ditangkap BNN

Disebutkan Sumanggar, selama pelarian terpidana selalu berpindah-pindah tempat guna menghindari pengejaran petugas kejaksaan. “Memang terdakwa sering berpindah tempat, di Medan, Jakarta dan Bogor,” ucap Sumanggar.

Pantauan wartawan, tampak terpidana harus menggunakan kursi roda sesaat sesampainya di kantor Kejatisu, hal ini dikarenakan kondisi kesehatannya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :