Bupati Diminta Copot Oknum Kades Cabul di Labura

552

Labura, Lensawarga.com – Permasalahan dugaan cabul atau pelecehan seksual yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Perkebunan Halimbe, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berinisial W, mendapat kecaman dari berbagai pihak dan elemen masyarakat.

Foto: Ilustrasi

Ketua DPC LSM LPPAS RI Labura Erwin Sipahutar meminta kepada Dinas PMD dan Bupati Labura Kaharuddin Syah agar segera mencopot Kepala Desa tersebut.

Baca Juga: Kades Perkebunan Pernantian Tegaskan Perekrutan Perangkat Desa Sesuai Mekanisme

“Kepala Desa harusnya jadi panutan bagi masyarakat, tapi ini malah sebaliknya. Copot jabatan Kades Perkebunan Halimbe, tetapkan pelaksana tugas di Desa tersebut, agar pemerintahan Desa berjalan dengan baik,” kata Erwin kepada Lensawarga.com, Selasa (14/4/2020) di Kampung Pajak.

Ia menilai, bila tidak dicopot akan menjadi citra buruk bagi pemerintahan, dan juga akan minimbulkan citra buruk dan nama baik Desa Perkebunan Halimbe kedepannya.

Loading...

Erwin menjelaskan bahwa, berdasarkan informasi yang beredar perbuatan asusila W sudah dua kali dilakukannya kepada wanita, yang mana wanita tersebut telah memiliki suami.

“Pertama dilakukanya kepada seorang ibu rumah tangga yang merupakan tetangga Desanya. Perbuatan senonoh tersebut telah didamaikan. Namun, sayangnya tidak ada tindak tegas dari Pemerintah setempat. Kini muncul lagi masalah baru, oknum Kades berinisial W diduga berbuat cabul, kali ini dilakukanya kepada warganya sendiri,” terang Erwin.

Menurut informasi dihimpun dari keterangan warga setempat, perbuatan Kades tersebut terjadi pada dua minggu yang lalu, saat ada penyamprotan antisipasi Covid-19 di Desa Perkebunan Halimbe, yang mana warganya (korban) merupakan karyawan perusahaan swasta di Desa tersebut.

Pada saat suami korban tidak di rumah, Kades W diduga melakukan percobaan pemerkosaan kepada seorang ibu rumah tangga. Korban menjerit hingga menghebohkan warga desa. Kabarnya peristiwa ini juga telah didamaikan.

“Terlalu gampang kita lihat permasalahan yang di buat Kades, sikit- sikit lakukan perdamaian, hingga tidak ada efek jera bagi dia,” ungkap Erwin.

Terpisah, Camat Aek Natas Rojali saat ditanyakan terkait peristiwa dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum Kades, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia belum bisa menetapkan pelaksana tugas di desa Perkebunan Halimbe karena belum ada petunjuk dari pimpinan.

“Belum ada petunjuk dari pimpinan,” kata Camat singkat menjawab pertanyaan wartawan.

Baca Juga: Camat Aek Kuo Pantau Posko Pelayanan Informasi Covid-19 ke Desa-Desa

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa belum bisa dikonfirmasi dan saat dihubungi, ponselnya tidak aktif. (Suyanto)

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :