Buni Yani Cari Fatwa Jelang Tenggat Masuk Penjara - Lensa Warga
News

Buni Yani Cari Fatwa Jelang Tenggat Masuk Penjara

Jakarta, Lensawarga.com – Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi terdakwa Buni Yani atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (UU ITE). Dengan demikian, Buni Yani tetap harus menjalani vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Bandung yakni satu tahun enam bulan penjara.

Buni Yani

Dilansir detikcomBuni Yani divonis bersalah melanggar Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam putusan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Atas vonis PN Bandung yang diputuskan pada 14 November 2017. Dia dihukum 18 bulan penjara saat itu.

Baca Juga : Ratna Sarumpaet Diserahkan ke Kejati DKI Jakarta

Buni Yani melakukan langkah hukum lain dari mulai banding hingga kasasi. Atas langkah hukumnya tersebut, mantan wartawan dan dosen itu pun tak dikurung bui.

Namun, Buni Yani mempersoalkan tidak adanya perintah penahanan dalam salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yang diterimanya. Buni Yani pun meminta jaksa untuk tidak tergesa-gesa menjebloskannya ke penjara. Setelah MA menolak permohonan kasasi, Buni Yani disebut tak bisa menghindar lagi dari kurungan bui.

Jaksa telah menerima salinan putusan dari MA yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok pun berniat mengeksekusi Buni Yani yang bersalah terkait unggahan potongan video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 6 Oktober 2016.

“Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok, akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari, hari Jumat lusa,” kata Buni Yani pada Rabu (30/1/2019).

Buni Yani pun mengaku sudah menerima salinan putusan kasasi itu. Namun dia mempermasalahkannya karena tidak tercantumnya perintah penahanan. Selain itu, dia mengatakan dalam salinan amar putusan itu juga tak ada keterangan acuan putusan hukuman yang dimaksud.

“Setelah saya ditolak kasasinya, jaksa juga ditolak kasasinya, terus sekarang mau mengacu ke mana nih? Kan nggak jelas, tidak lagi balik ke pengadilan tinggi keputusannya, tidak balik lagi ke pengadilan negeri keputusannya. Nggak ditulis itu dalam amar putusannya. Itu yang kami pertanyakan,” ucap dia.

“Tetapi kalau ini, kasasi nggak ada menyatakan itu. Jadi mau mengacu ke mana nih? Tidak ada yang mengatakan bahwa mengembalikan keputusan ini ke pengadilan tinggi atau ke keputusan pengadilan negeri,” sambung Buni Yani.

Oleh karenanya Buni Yani mengajukan penangguhan penahanan sembari meminta fatwa pada MA mengenai hal-hal yang dipermasalahkannya tersebut. Dia meminta jaksa menunggu fatwa MA itu.

Namun Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan putusan kasasi memang tidak mencantumkan perintah penahanan karena mengacu pada putusan sebelumnya. Prasetyo menyebut Buni Yani mungkin tidak mengerti hukum atau malah pura-pura tidak tahu.

“Putusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap dan putusan kasasinya, permohonan kasasinya sudah ditolak Mahkamah Agung (MA), tentunya mengacu pada putusan sebelumnya, diktumnya seperti apa, putusannya seperti apa, itu yang dilaksanakan,” kata Prasetyo.

“Dan dia katakan tidak ada perintah tahan, memang tidak ada tapi putusan itu sudah inkrah, dan sudah inkrah itu harus dilaksanakan. Ini wacana-wacana yang mungkin dia nggak paham atau pura-pura nggak tahu, ini kan mau bersilat lidah saja dia,” imbuh Prasetyo.

Prasetyo menyarankan Buni Yani menunjukkan komitmennya saja dengan datang ke Kejari Depok pada Jumat, 1 Februari 2019. Buni Yani diminta tidak perlu mencari-cari alasan agar eksekusi segera dilakukan.

“Saya pikir tidak perlu mencari alasan yang tidak relevan, mengulur waktu saja. Ini kesannya mau berbalik menyalahkan jaksanya,” kata Prasetyo.

Baca Juga : MA: Buni Yani Tetap Dihukum 18 Bulan Penjara

“Jadi kita tunggulah, saya pikir jaksa Depok menunggu kesungguhan komitmen dia untuk akan datang itu, saya pikir lebih baik kooperatiflah,” imbuh Prasetyo.

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar