BPPT Sarankan untuk Memperluas Area Pencarian CVR Lion Air PK-LPQ

17

Jakarta, Lensawarga.com – Tim SAR gabungan terus mencari CVR (Cockpit Voice Recorder) Lion Air PK-LQP. Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi M Ilyas, dalam keterangan tertulis, Sabtu (03/11/2018).

Foto: Dok. BPPT

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyarankan agar Tim SAR memperluas area pencarian CVR Lion Air.

Baca Juga : 3 Jenazah Korban Lion Air JT 610 Teridentifikasi

“Jika USBL Transponder di Kapal Baruna Jaya I nggak dapat sinyal, maka kami sarankan untuk melakukan pencarian di luar area prioritas saat ini,” ujar Ilyas .

Menurut Hammam Riza selaku Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, pencarian ini terkendala karena CVR diduga tertimbun lumpur di dasar laut. Kondisi tersebut menyebabkan sinyal CVR tidak dapat terjangkau.

Loading...

“Tim sudah kembali dan hasilnya nihil sebab CVR sudah tidak lagi mengirim sinyal atau ping ke alat Pinger Locator. Asumsi kami bahwa, mungkin CVR dan beacon-nya masuk ke dalam lumpur dan tertutup reruntuhan pesawat yang lebar sehingga tidak dapat mengirim secara vertikal atau omni sebagaimana FDR,” ujar Hammam.

Baca Juga : Black Box FDR Lion Air JT 610 Ditemukan, Apa Isinya?

Hammam menjelaskan, pencarian CVR ini dilakukan bersama tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia (KNKT), tim Kapal Baruna Jaya I BPPT, dan dibantu KNKT dari Singapore dan KNKT Amerika Serikat serta Tim Boeing. Pencarian dilakukan dengan menggunakan pinger locator.

Menurutnya, hasil video divers akan dievaluasi untuk menyeleksi serpihan yang harus menjadi perhatian. Agar serpihan dapat diangkat ke permukaan.

“Untuk diikat dan diangkat ke permukaan atau pun disingkirkan dari lokasi, sehingga beacon dapat merilis gelombang akustik ke ping locator dan transponder,” ungkapnya.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dalam jumpa pers di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (03/11/2018) mengatakan, Tim SAR akan melanjutkan evakuasi Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat. Pencarian akan difokuskan pada cockpit voice recorder (CVR) black box.

Baca Juga : Mendagri Tjahjo Kumolo Cerita Anaknya Pilot Lion Air saat Datangi Keluarga Korban

“Intinya, kami cari, kami petakan, sehingga itu jaraknya sekitar 52 meter (dari penemuan titik awal terdeteksi adanya CVR),” ujar Nugroho.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :