Begini Upaya Menjaga ‘Mesin’ Prabowo-Sandi dari Ancaman PKS DKI Jakarta

25

Jakarta, Lensawarga.com – Polemik kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno menyerembet ke urusan Pilpres 2019. PKS DKI Jakarta mengancam mematikan ‘mesin’ parpol untuk pemenangan Prabowo Subianto-Sandi di DKI. Seruan untuk menjaga ‘mesin’ parpol disuarakan.

Prabowo dan Sandiaga Uno

Dilansir detikcom, Ancaman ini dikarenakan perebutan antara PKS dan Gerindra terkait kursi Wagub DKI yang lowong. Bahkan ada kemungkinan mesin PKS DKI mati jika kader kecewa terkait polemik kursi DKI-2. Ini dinyatakan oleh Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi.

Baca Juga : Prabowo Subianto akan Usung ‘Generasi Emas’ untuk Gantikan ‘Revolusi Putih’

PKS sejauh ini mengusulkan dua nama untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka yang diusulkan PKS adalah Agung Yulianto (Sekum DPW PKS DKI) dan Ahmad Syaikhu. Di satu sisi, DPD Gerindra DKI menyebut akan memajukan ketua mereka, yaitu M Taufik.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi, Rabu (31/10/2018) mengatakan, bahwa Urusan Wagub DKI ini sebenarnya nggak perlu saling ancam.

“Putusan itu kan di tangan Pak Prabowo ya. Tinggal dibicarakan dengan Pak Prabowo, Pak Sohibul dengan Pak Salim. Nggak usah saling ancam,” kata Andre Rosiade.

Sebagai mitra koalisi, Gerindra meminta PKS DKI tidak perlu menebar ancaman. Untuk tetap menjaga ‘mesin’ Prabowo-Sandi di DKI, Gerindra meminta urusan kursi wagub DKI tinggal disampaikan antar-pimpinan DPP Gerindra dan DPP PKS.

DPP PKS juga mengimbau supaya pengurus parpol di DKI tak matikan ‘mesin’ pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Menurutnya, mesin PKS di DKI adalah mesin juara. Soalnya, mesin itu mampu membuat PKS berjaya di Ibu Kota Negara.

Terpisah, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin juga angkat bicara dan menghimbau agar kader dan struktur di DKI Jakarta tetap fokus pada agenda utama PKS.

“Imbauan agar kader dan struktur di DKI Jakarta tetap fokus pada agenda utama PKS, yaitu memenangkan Pilpres dan target legislatif 12%,” ujar Suhud Alynudin.

“Mesin PKS di DKI merupakan salah satu mesin terkuat PKS karena DKI salah satu basis utama PKS,” tutur Suhud.

Sandiaga Uno selaku cawapres berharap urusan ‘berebut’ kursi DKI-2 bisa disikapi secara arif. Pasalnya, PKS terus membantu kampanye cawapres nomor urut 02 itu di daerah-daerah.

Baca Juga : 16 Alumni Jadi Korban Jatuhnya Lion Air JT 610, Ikanas STAN Berduka

“Harapan saya, ini disikapi dengan arif agar kita semangat. Tadi kita di Kabupaten Bogor juga banyak kader PKS membantu kita,” tutur Sandiaga kepada wartawan di Komplek Anggota DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :