Begini Perubahan Desa Tanjung Minjei Selama 12 Tahun Di Bawah Kepemimpinan Mukhtar Usman

Aceh Timur, Lensawarga.com – Geuchik Gampong (Desa) Tanjung Minjei Mukhtar Usman atau yang akrab disapa Keuchik Adek ini, sudah banyak makan asam garam dan cukup lama melanglang buana di negeri jiran Malaysia merupakan sosok yang tidak saja dikenal di desanya, tapi juga sangat dikenal di kota Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Keuchik Adek (Kanan Kedua) Bersama Sahabat dan Awak Media Saat Berada di Sebuah Cafe di Perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara

Selama hidup di tanah Melayu, Keuchik Adek sempat memimpin sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kota Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun seperti kata pepatah “Sejauh dan Setinggi Apapun Burung Terbang Akhirnya Pulang Kesarangnya”, itulah hitoris Keuchik Adek sebelum menjadi Kepala Desa di Tanjung Minjei, Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga : Wajib Tahu, Halte Bus ini Hanya Ada di Kabupaten Aceh Timur

Loading...

Desa Tanjung Minjei yang dulu masyarakatnya sudah berkelompok dalam kehidupan sehari hari, serta dikenal dengan dua kubu dalam hidup bermasyarakat antara ujung timur dan ujung barat.

Keuchik Adek pun pulang ke kampung halamannya dan mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Desa (Kades) Tanjung Minjei. Selama dua periode dibawah kepemimpinan Keuchik Adek, Tanjung Minjei bisa dikatakan berubah drastis. Tanjung Minjei yang luasnya kurang lebih 10 Hektar persegi sebelumnya tampak begitu kumuh, namun kini disulap menjadi pusat perekonomian masyarakat yang tinggal di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Keuchik Adek selalu bermusyawarah dengan tokoh masyarakat dan Alim Ulama. Kedekatan Keuchik Adek dengan Ulama harus diakui, berkat hal tersebut suatu perubahan diterapkan di Desa Tanjung Minjei menjadi begitu terasa.

Keuchik Adek selalu meminta petunjuk dari Abu Sofyan Suri seorang ulama yang jadi panutan bagi masyarakat Desa Tanjung Minjei. Abu Sofyan merupakan seorang Pimpinan Pasantren di Desa tersebut, Keuchik Adek selalu minta petunjuk dan arahan dari Abu kalau ada sesuatu hal yang ingin disampaikan.

Kamis, (15/11/2018) ketika wartawan Lensawarga.com yang sempat bertemu dengan Sosok Keuchik Adek di Pintu Gerbang Perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara menceritakan sejarah Desa Tanjong Minjei.

Keuchik Adek yang selama 12 tahun memimpin Tanjung Minjei, mampu menciptakan investasi wiraswasta sebanyak Rp 30 Miliar yang dibawa pulang untuk membangun desanya, tentu saja hal tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa dan menjadikannya sosok pemimpin yang mampu menciptakan perubahan untuk kemajuan masyarakat di Desa Tanjung Minjei.

Tidak hanya itu, dibawah Kepemimpinan Keuchik Adek, Desa Tanjung Minjei bahkan pernah meraih dua kali predikat Juara Desa Terbaik untuk tingkat Kabupaten.

Selama dua periode di bawah kepemimpinan Keuchik Adek, Desa Tanjung Minjei kini sudah memiliki beberapa BUMG (Badan Usaha Milik Gampoeng) yang bersumber dari ADD (Anggaran Dana Desa). Meskipun tidak bisa mencalonkan lagi, untuk menjadi kepala desa. Namun dengan apa yang telah Keuchik Adek lakukan, tentunya menjadi kepuasan tersendiri yang tidak hanya bagi dirinya, namun bagi masyarakat Tanjung Minjei juga.

“Kelayakan Desa Tanjung Minjei, kalau kita lihat sangat tepat untuk menjadi pusat Kecamatan Madat kenapa demikian? karena semua kita miliki, mulai dari SPBU terbesar di ujung barat Kabupaten Aceh Timur, Klinik Pengobatan, Pusat Perbelanjaan Pertokoan yang kelayakannya patut diperhitungkan,” terang Keuchik Adek.

“Ini adalah berkat kerjasama perangkat desa Tanjung Minjei yang terus giat bekerja dalam membangun desa Tanjong Minjei serta bantuan dari masyarakatnya,” ujarnya.

Baca Juga : Pemuda Tanjung Minjei Bakti Sosial di Masjid Baitul Muttaqin

Keuchik Adek berharap, ke depan Siapapun yang terpilih menjadi Kepala Desa Tanjung Minjei bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :