Begini Nasib Sandi dan FZ Setelah Menghina Jokowi Kafir

39

Pangkalpinang, Lesawarga.com – Berawal dari iseng dua pria asal Pulau Bangka, Sandi (20) dan FZ (16) resmi ditetapkan sebagai tersangka penghina Jokowi kafir yang sempat viral di media sosial. Kini keduanya dikenakan wajib lapor dan hanya bisa menyesali perbuatannya.

Pemuda yang Menghina Jokowi Kafir

Dilansir detikcom, Kabag Ops Polres Bangka Kompol Sopian menjelaskan, meskipun para tersangka tidak ditahan, namun  mereka sudah meminta maaf dan tetap harus wajib lapor.

“Pelaku diancam hukuman 4 tahun penjara, di bawah 5 tahun. Dikenakan Pasal 27 ayat 3 UU RI No 11 Th 2008,” katanya Kompol Sopian, Minggu (02/09/2018).

Ditambahkannya, “Keduanya dikenai wajib lapor, dua kali seminggu mengingat hukumannya di bawah 5 tahun,” ujarnya.

Baca Juga : 2 Pemuda Penghina Jokowi Kafir Tidak Ditahan

Loading...

Kasus ini bermula pada Senin (27/08/2018), kedua tersangka berkumpul di rumah IK di Desa Balunijuk. Mereka membuat video menghina Presiden Jokowi berdurasi 30 detik. Salah satu isi hinaannya ialah Jokowi kafir.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak seorang pria berbaju hitam, sembari merokok melontarkan kalimat hinaan terhadap Jokowi. Sopian mengatakan pemeran utama dalam video itu adalah Sandi, sedangkan FZ adalah pemilik ponsel yang dipakai untuk merekam.

“Berdasarkan keterangan pelaku, mereka melakukan hal itu karena sering nonton televisi, ada pemberitaan #2019GantiPresiden,” ujar Sopian.

Baca Juga : Diduga Hina Presiden Saat “Video Call”, 2 Pria Jadi Tersangka

Ketika ditanya Sandi mengakui perbuatannya. Dia mengaku hanya iseng dan tak menyangka video tersebut menjadi viral.

“Spontan Pak, langsung ceplos ngomong itu. Awalnya saya menonton berita tentang Jokowi tagar 2019 ganti presiden,” ujar Sandi di ruang Reskrim Polres Bangka saat menjalani pemeriksaan, Senin (03/09/2018).

“Tujuannya ingel-ingel (iseng) Pak, saya tidak menyangka bisa berujung seperti ini,” sambungnya.

Baca Juga : Penghina Jokowi Kafir Mengaku karena Sering Nonton ‘2019 Ganti Presiden’

Dia mengaku tak tahu siapa yang menyebarkan video dirinya ke media sosial. Sandi pun kemudian minta maaf kepada Prasiden Jokowi.

“Saya menyesal, kepada Bapak Presiden saya minta maaf. Saya tidak benci Bapak Jokowi, malahan saya suka, kalau Bapak Jokowi minta urut (pijat) saya bisa pijet,” pintanya.

Nasi sudah menjadi bubur, kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka kini wajib menjalani pemeriksaan dan wajib lapor ke polisi.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :