Agus Mulyawan: Pelantikan Presiden Sudah Konstitusional, Lebih Baik Fokus ke Permasalahan Kedepan

1189

Bali, Lensawarga.com – Beberapa kejadian-kejadian besar yang tidak diinginkan terjadi di Indonesia sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Seperti kerusuhan yang terjadi di Wamena, penyerangan terhadap elit dan masih adanya aksi demonstrasi berkelanjutan masyarakat dan mahasiswa berkenaan RUU kontroversial dan Revisi UU KPK yang baru.

I Kadek Agus Mulyawan

Hal ini akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi pemerintah kedepan karena kejadian tersebut dapat saja membuat terhambatnya perkembangan ekonomi di Indonesia, salah satunya Indonesia tidak lagi menarik sebagai ladang investasi.

Baca Juga : Agus Mulyawan: Situasi Genting, Presiden Bisa Keluarkan Perpu

Pengamat politik dan tokoh anti korupsi yang juga Advokat asal Bali, I Kadek Agus Mulyawan memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut.

“Saya justru berpendapat lain, kejadian-kejadian tersebut bisa diduga akibat multiplier effect dari ketidakpuasan masyarakat akan perkembangan situasi politik terkini di negara kita, seperti ada gejolak seolah-olah masyarakat ‘distrust’ (tidak percaya) terhadap eksekutif dan legislatif jika mereka percaya dan puas tentunya akan adem-adem saja, nah hal ini akhirnya dapat berefek terhadap perekonomian kita, baik itu dari sisi iklim investasi dan lain lain,” kata Agus kepada Lensawarga.com, Minggu (20/10/2019).

Loading...

Agus juga berpendapat hal ini diduga erat kaitannya dengan sudah berlakunya UU KPK yang baru, seolah-olah desakan masyarakat kepada Presiden untuk mengeluarkan Perpu namun belum mendapat respons.

“Jangan katakan tidak ada ya, kata pepatah jika tidak ada api maka tidak akan ada asap, jika masyarakat merasa ‘distrust’ terhadap situasi politik saat ini, maka bagi mereka masyarakat kritis tentunya akan terus bergejolak,” ujar Agus.

Selain itu menurut Agus, aspirasi masyarakat juga harus terus didengar sebagai masukan agar kinerja pemerintah kedepan menjadi lebih baik lagi.

“Jadi kritik mereka jangan dikriminalisasi atau dicari-cari kesalahannya karena inilah perwujudan negara yang menganut sistem demokrasi, sebaiknya dengarkan aspirasi masyarakat ini, pemimpin harus cepat mengambil keputusan,” tegas pengacara Bali ini.

Terkait momen pelantikan presiden, Agus tidak terlalu tertarik dengan momen itu karena menurutnya hal itu sudah konstitusional.

“Ya itu sudah konstitusional tidak perlu dibesar-besarkan, saya kira masyarakat Indonesia tahu itu. Setelah pelantikan lebih baik kita fokus permasalahan-permasalahan yang akan kita hadapi kedepan, khususnya permasalahan korupsi karena IPK kita masih sangat rendah,” sebut Agus.

Agus juga berharap agar presiden dan wakil presiden terpilih dapat menjalankan amanat rakyat dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga : Revisi UU KPK Banyak Typo, Agus Mulyawan: Komisionernya Dapat Dinyatakan Batal Demi Hukum

“Kedepan semoga pemerintah dapat menjaga keuangan negara dengan bijaksana dan menghasilkan alokasi anggaran yang benar, sebab negara demokrasi yang sukses menjalankan demokrasi adalah negara yang mampu menerapkan kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan yang sebenar-benarnya bagi rakyatnya dalam situasi Indeks Persepsi Korupsi kita yang masih sangat rendah,” tutup pemilik Kantor Hukum AgusM & Associates ini.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :