2 Supir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati

21

Medan, Lensawarga.com – Dua orang supir pembawa belasan kilo sabu dan puluhan pil ekstasi asal Provinsi Aceh dihukum mati dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan. Keduanya Zulkifli bin Ismail dan Dedi Syahputra Marpaung yang diputus secara terpisah, Kamis (22/11/2018).

2 Supir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati

Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Idris Aswardi menghukum Dedy Syahputra Marpaung dengan hukuman mati hal yang sama untuk Zulkifli juga divonis mati oleh Ketua Majelis Hakim Domingus Silaban. Dimana keduanya terbukti bersalah melanggar terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga : HS Pelaku Tunggal Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Terancam Hukuman Mati

Adapun peran terdakwa merupakan supir sekaligus suruhan Amrizal (meninggal dunia), untuk membawa 2 tas ransel hitam berisi 15 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat brutto total 14.552,4 gram, dan 70.905 butir pil ekstasi dengan berat brutto 20.099 gram yang diangkut dengan minibus Avanza Putih nomor polisi B 2139 SZK ke Medan.

Namun aksi kedua kurir antar provinsi ini telah diketahui BNN dengan menangkap Amiruddin karena membawa mobil Avanza putih ke Hotel Antara Jalan Gatot Subroto, pada 25 Februari 2018. Dimana sesuai arahan dari Amrizal setelah mobil sampai di Medan oleh Zulkifli dan Dedy atau tepatnya didepan loket bus Simpati Star di Jalan Asrama maka selanjut alih kemudi diambil oleh Amiruddin dan membawanya ke Hotel Antara Jalan Gatot Subroto.

Loading...

Usai membacakan putusan kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan banding atas putusan majelis hakim sedangkan Sarjani dan Dewi Tarihoran, keduanya JPU Kejari Medan menyatakan pikir-pikir.

Baca Juga : Dituntut Hukuman Mati, Pemilik Sabu 35 Kg Tampak Pucat

Sementara sebelumnya Amiruddin satu dari tiga terdakwa pembawa sabu dan ekstasi asal Aceh dihukum seumur hidup oleh Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti. Sedangkan jaksa sebelumnya menuntut ketiganya dengan tuntutan mati.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :