Autofocus vs Manual Focus Mana yang Lebih Baik?

112

Lensawarga.com – Walaupun mungkin kita sudah mengenal dan sudah sering menggunakannya, tapi mungkin masih banyak yang bingung masalah pengaturan fokus di kamera. Karena, ada 2 jenis fokus yang bisa kita gunakan, yakni autofocus vs manual focus. Untuk menentukan mana yang lebih baik, atau mana settingan fokus yang harus digunakan, yuk simak artikel ini.

Autofocus vs Manual Focus

Setiap kamera, baik itu jenis kamera pocket yang digunakan pada smartphone memiliki jenis autofocus dan manual focusnya tersendiri. Apalagi untuk settingan kamera mirrorless dan DSLR. Tentunya akan semakin rumit untuk settingan fokus kameranya. Untuk itu, berikut beberapa poin penting perbandingan dan hal yang harus diketahui tentang 2 jenis fokus tersebut.

Baca Juga : 7 Cara Mempercepat Pengisian Baterai Smartphone

Perberdaan Autofocus vs Manual Focus

Secara gamblang, autofocus adalah mode yang akan memudahkan pengguna dan manual focus adalah mode untuk mempertajam fokus gambar. Untuk lebih memahami perbedaan diantara keduanya, maka kita akan bahas secara lebih detail di bawah ini.

Autofocus

Jika kita menggunakan mode ini, maka kamera yang digunakan akan secara otomatis menentukan titik fokus pengambilan gambar. Mode ini juga sudah dilengkapi dengan sensor yang bisa dengan mudah mengukur titik fokus dengan adanya banyak jenis faktor di dalamnya. Secara sederhana, ini diartikan sebagai fokus yang bisa didapatkan tanpa harus mengotak-atik lensa kamera.

Shutter Lag

Loading...

Ini merupakan nama yang digunakan untuk waktu yang diperlukan kamera mengambil gambar dan saat penekanan tombol shutter. Karena, kamera manapun membutuhkan proses untuk mendapatkan gambar yang akan diambil setelah kita menekan tombol jepret. Mengenali jeda waktu atau shutter lag ini sangat penting agar momen yang tertangkap tidak berubah karena adanya jeda selama beberapa detik tersebut. Apalagi, jika fokus yang digunakan adalah jenis autofocus.

Kita tahu sendiri bukan, jenis autofocus akan mengandalkan fokus dari kamera tersebut. Jadi, fokus ini bisa sedikit buyar jika kita tanpa sengaja menggeser sedikit kamera saat terjadi shutter lag tersebut. Untuk itu, gunakan saja setengah pemencetan tombol shutter ketika kita ingin menggunakan mode autofocus. Dengan melakukan ini, maka kamera akan secara cepat melakukan proses auto focusing. Dengan ini, fokus yang diambil oleh kamera akan terlebih dahulu terbentuk walaupun mungkin kita belum menentukan posisi fokus foto. Kita hanya perlu menekan keseluruhan tombol shutter jika sangat puas dengan hasul pre-focus tersebut.

Manual Focus

Nah, sekarang kita akan membahas tentang manual focus. Ketika menggunakan mode fokus yang satu ini, maka kita memerlukan bantuan jemari untuk pemutaran lensa hingga mencapai titik fokus yang dibutuhkan. Dan, jika memilih jenis fokus yang satu ini, maka kita harus benar-benar menggunakan fungsi pemegangan kamera dengan baik. Bayangkan saja kamu harus menggunakan jemarimu untuk menopang sekaligus mengatur posisi lensa agar menemukan titik fokus terbaik.

Jika tidak terbiasa mengatur posisi saat menfokuskan kamera dan menopangnya, maka hasil yang didapat akan sedikit blur atau tidak terlalu fokus. Jadi, dibutuhkan sedikit latihan agar bisa terbiasa melakukan pemotretan mengunakan manual focus ini. Namun, ini adalah hal yang sangat diperlukan ketika kita tidak bisa menggunakan autofocus sama sekali. Karena, ada banyak juga jenis kondisi yang tidak memungkinkan menggunakan jenis autofocus tersebut. Untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, ambillah minimal 2 kali jepretan untuk setiap foto. Ini bisa menjadi alternatif jika hasilnya menjadi kabur atau ngeblur.

Kapan Harus Menggunakan Autofocus vs Manual Focus?

Tentunya, pertanyaan ini banyak ditanyakan oleh pengguna kamera, terutama bagi pemula. Sebenarnya, kedua jenis fokus tersebut baik untuk digunakan dan tergantung yang menggunakannya. Sebagian orang lebih menyukai autofocus, karena dinilai lebih mudah dan praktis. Sedangkan beberapa pemilik kamera lainnya lebih suka manual focus karena lebih mudah menentukan titik fokus sendiri.

Baca Juga : Para Gamers Wajib Tahu, 5 Tips Memilih Ponsel Gaming

Jika menggunakan autofocus, sebaiknya ketika kita melakukan pemotretan di tempat yang cukup cahaya. Karena mode ini akan menjadi tidak akurat jika background yang kita potret memiliki warna yang hampir sama dan minim cahaya. Atau bahkan ada dua jenis objek yang bisa menjadi fokus dari pemotretan kala itu. Maka, jika kondisi tersebut sedang terjadi, beralihlah ke jenis manual focus. Nah, demikianlah penjelasan mengenai manual dan auto focus. Sudah sedikit lebih memahami kedua mode tersebut, bukan?

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :